Dokter Ungkap Perbedaan Krusial Antara Serangan Jantung dan Kematian Jantung Mendadak

Jakarta (KABARHARIINI.ID) – Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Ardian Rizal, Sp.JP(K)-FIHA, menjelaskan secara gamblang perbedaan fundamental antara serangan jantung dan kematian jantung mendadak. Memahami kedua kondisi ini sangat penting karena meskipun sama-sama menyerang jantung, penyebab dan penanganannya berbeda.
Serangan Jantung vs. Kematian Jantung Mendadak: Apa Bedanya?
Dalam sebuah konferensi pers bertajuk “Dari Kesadaran Hingga Aksi Nyata Untuk Jantung Sehat” yang diadakan di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta, dr. Ardian Rizal memaparkan poin-poin krusial:
- Serangan Jantung: Ini terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terhambat atau terhenti total. Biasanya disebabkan oleh penyumbatan di pembuluh darah koroner, seringkali akibat plak aterosklerosis yang pecah.
- Kematian Jantung Mendadak: Kondisi ini lebih sering disebabkan oleh gangguan pada sistem kelistrikan jantung yang menyebabkan irama jantung menjadi kacau atau tidak efektif memompa darah.
Risiko Tersembunyi di Balik Kematian Jantung Mendadak
Dr. Ardian menyoroti kasus-kasus atlet profesional yang mendadak kolaps di tengah pertandingan, meskipun mereka rutin menjalani pemeriksaan kesehatan dan memiliki fisik prima. Menurutnya, fenomena ini seringkali berhubungan dengan gangguan irama jantung yang bersifat fatal, dikenal sebagai aritmia, yang bisa memicu henti jantung mendadak.
Data menunjukkan bahwa sekitar 26,3 persen kasus kematian jantung mendadak berkaitan erat dengan gangguan irama jantung. Bahkan, pada individu yang sudah memiliki penyakit jantung koroner, aritmia fatal yang muncul tiba-tiba akibat kerusakan otot jantung dapat menjadi penyebab kematian yang cepat dan tak terduga.
Pentingnya Deteksi Dini dan Kesadaran Gejala Aritmia
Gangguan irama jantung atau aritmia memiliki spektrum keparahan yang luas. Beberapa jenis aritmia mungkin hanya menimbulkan gejala ringan seperti jantung berdebar, namun ada juga yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan henti jantung dalam hitungan menit.
Dokter Ardian menekankan bahwa tingkat kelangsungan hidup pasien yang mengalami aritmia fatal sangatlah rendah, bahkan kurang dari satu persen jika tidak segera mendapatkan intervensi medis darurat. Oleh karena itu, penting sekali bagi masyarakat untuk:
- Mengenali dan memahami gejala-gejala gangguan irama jantung.
- Melakukan pemeriksaan kesehatan jantung secara berkala, terutama jika memiliki faktor risiko.
- Meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini untuk mencegah komplikasi serius.
Dengan kesadaran yang lebih baik dan tindakan preventif yang tepat, diharapkan risiko fatal akibat kondisi jantung ini dapat diminimalisir, sehingga lebih banyak nyawa dapat terselamatkan.



