Berita TerkiniBerita Utama

Longsor di Desa Tirtomulyo Kendal Meluas, Warga Akan Direlokasi ke Tempat Aman

KENDAL, Kabarhariini.id – Pemerintah Kabupaten Kendal melakukan upaya cepat terhadap laporan dari Pemerintah Desa Tirtomulyo, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal terkait kondisi tanah longsor di wilayah tersebut.

Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari bersama jajaran BPBD Kendal secara langsung turun untuk melakukan pengecekan di lokasi yang mengalami longsor tersebut, Sabtu 14 Februari 2026.

“Kami mendapatkan laporan dari perangkat desa bahwa ada longsoran yang semakin hari semakin luas. Sehingga kita perlu mengadakan pengecekan secara fisik,” ungkap Pj Sekda

Menurut Pj Sekda Kendal, setelah dilakukan pengecekan menyeluruh menggunakan teknologi drone diakui  bahwa luasan longsoran di wilayah itu dari tahun ke tahun kian bertambah.

“Dan tentunya ini harus menjadi perhatian kita. Jangan sampai longsor ini bisa mengakibatkan bencana yang lebih besar,” tegasnya.

Terlebih dari titik longsor ke pemukiman warga terdekat berjarak sekitar 7 meter. Sehingga perlu adanya penanganan segera.

“Disebelahnya ada kampung, tentunya ini menjadi perhatian kita sebagai Pemerintah Kabupaten Kendal,” tambahnya.

Agus menjelaskan, langkah sementara yang diambil oleh Pemkab Kendal saat ini adalah memastikan alat Early Warning System (EWS) longsor atau alat deteksi dini pergerakan tanah telah dipasang dan berfungsi dengan baik.

“Disana sudah ada EWS longsor dan masih berfungsi,” jelasnya.

Upaya lainnya yang akan dilakukan adalah merelokasi warga yang tinggal tidak jauh dari area longsor tersebut ke tempat yang lebih aman.

“Kita diskusikan upaya relokasi warga yang dekat dengan area longsor dan upaya lainnya yang akan kita lakukan sesegera mungkin,” tandasnya.

Sementara Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo menambahkan, longsor yang terjadi tepatnya di  RT 01/RW 03 Dusun Wonotirto Desa Tirtomulyo Kecamatan Plantungan itu sudah terjadi sejak lama. Dan saat ini titik longsor kian bertambah dan mengancam keselamatan warga sekitar.

“Ada kurang lebih 10 KK yang terancam. Untuk penanganan belum bisa ditentukan karena menunggu hasil uji tanah,” ungkapnya.

Iwan mengimbau agar warga setempat tetap meningkatkan kewaspadaan dan melakukan upaya monitoring terutama saat kondisi hujan deras.

“Warga diminta waspada dan melakukan upaya monitoring ketika terjadi hujan lebat lebih dari satu jam,” pungkasnya.

Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar S

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari kabarhariini.id

Artikel Terkait

Back to top button