Berita TerkiniTekno

Rembang Expo 2026 Pamerkan Pembelajaran Robotik dan Coding Ramah Anak

REMBANG, Kabarhariini.id Rembang Expo 2026 memamerkan teknologi robotik dan coding untuk menggaet minat generasi muda pada pendidikan teknologi.

PT Aneka Rembang (Perseroda) menggandeng Yayasan Praditya Cakra Dwipantara melalui Praditya Kidobot Academy untuk menghadirkan pendidikan robotik dan coding bagi anak-anak di Rembang.

Founder Yayasan Praditya Cakra Dwipantara, Doko Herdianto, mengatakan kerja sama tersebut bertujuan memperluas akses pendidikan teknologi bagi anak-anak di Rembang dengan biaya yang terjangkau.

“Dasar kami adalah pentingnya edukasi teknologi kepada anak-anak, terutama yang ada di Rembang. Karena itu kami menggandeng PT Aneka Rembang yang telah menyediakan tempat dan memberikan dukungan sehingga program ini bisa berjalan,” ujarnya, Senin, 3 Agustus 2026.

Menurut Doko, PT Aneka Rembang berperan sebagai penyedia fasilitas sekaligus memberikan dukungan sebagai BUMD milik Pemerintah Kabupaten Rembang. Sedangkan pihaknya menyiapkan materi pembelajaran robotik dan coding sehingga menjadi kolaborasi untuk memajukan Rembang di bidang teknologi.

Siap Dibuka 31 Juli, 160 Booth Bakal Ramaikan Rembang Expo 2026

Yayasan Praditya Cakra Dwipantara telah berkoordinasi dengan Wakil Bupati Rembang dan diarahkan untuk menjalin komunikasi dengan Dinas Pendidikan serta Kementerian Agama agar program tersebut dapat masuk ke sekolah-sekolah, khususnya tingkat SD, SMP, dan MTs.

“Kami ingin menunjukkan bahwa belajar robotik tidak harus mahal seperti di kota-kota besar. Program ini kami buat agar bisa diikuti semua kalangan,” katanya.

Materi yang diberikan dimulai dari tahap paling dasar, seperti mengenal komponen robot, motor penggerak, bodi robot, cara kerja, algoritma hingga pengenalan coding secara bertahap.

“Kami tidak langsung mengajarkan coding yang rumit. Anak-anak dikenalkan dari dasar dulu supaya mereka memahami konsep berpikir komputasional tanpa merasa terbebani. Syaratnya hanya anak sudah bisa berhitung sehingga mampu berpikir komputasional,” jelasnya.

Untuk workshop di sekolah, biaya yang dikenakan sebesar Rp40 ribu per siswa untuk satu kali pertemuan selama tiga jam pelajaran. Sementara kelas privat dibanderol mulai Rp75 ribu untuk kelas percobaan, sedangkan paket bulanan berkisar Rp245 ribu hingga Rp300 ribu.

Meski demikian, masyarakat tetap dapat mencoba permainan robot secara gratis di stan PT Aneka Rembang selama kegiatan expo berlangsung. Pengunjung yang mampu menyelesaikan tantangan sesuai standar yang ditentukan juga berkesempatan memperoleh hadiah.

Doko mengaku antusiasme masyarakat cukup tinggi selama Rembang Expo 2026 yang dibuka pada 31 Juli.

“Kami sempat kaget. Awalnya hanya satu dua anak yang datang, tetapi setelah diumumkan langsung ramai. Bukan hanya anak-anak, orang tua sampai nenek-nenek juga ikut mencoba. Bahkan robotnya sempat panas karena dipakai terus sampai malam,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur PT Aneka Rembang (Perseroda), Anjar Krisniawan, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari pengembangan unit usaha baru di bidang teknologi.

“Selama ini orang mengenal PT Aneka Rembang sebagai perusahaan percetakan. Sekarang kami mulai mengembangkan Aneka Teknologi dengan menggandeng Praditya yang sudah berpengalaman di bidang robotik dan artificial intelligence (AI),” katanya.

Menurut Anjar, selain membuka kelas robotik dan coding untuk anak-anak mulai jenjang KB, TK, SD hingga SMP, PT Aneka Rembang juga siap melayani pembuatan aplikasi, sistem digital, maupun pengembangan coding bagi instansi pemerintah dan masyarakat umum.

Ia menambahkan, pengembangan Aneka Teknologi juga menjadi bagian dari dukungan terhadap visi dan misi Bupati Rembang dalam mempercepat digitalisasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rembang.

“Ini juga dalam rangka menunjang visi dan misi Pak Bupati mengenai digitalisasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rembang. Kami siap mendukung kebutuhan digitalisasi di berbagai instansi,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai layanan digital dapat dikembangkan melalui Aneka Teknologi, mulai dari sistem parkir elektronik, sistem pembayaran digital, hingga pencatatan kendaraan, termasuk sistem pencatatan truk-truk tambang yang melintas.

“Semua itu bisa kami kerjakan. Jadi bukan hanya robotik dan coding untuk anak-anak, tetapi juga solusi digital yang dibutuhkan pemerintah maupun dunia usaha,” jelasnya.

Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi perusahaan daerah sekaligus memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Rembang.

“Kami terus mencari bidang usaha yang belum ada di Rembang. Harapannya, selain memberikan layanan pendidikan teknologi kepada masyarakat, program ini juga dapat menjadi sumber pemasukan baru bagi PT Aneka Rembang dan mendukung peningkatan PAD,” katanya.

Ke depan, PT Aneka Rembang juga berencana mengembangkan layanan digital agency dan pemasaran digital sebagai inovasi lanjutan untuk memperluas bidang usaha perusahaan.

Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari kabarhariini.id

Artikel Terkait

Back to top button