Berita TerkiniPendidikan

Bupati Rembang Sorot Hal Ini Saat Kunjungi Siswa Sekolah Rakyat

REMBANG, Kabarhariini.id Bupati Rembang, Harno, meninjau suasana Sekolah Rakyat sejak resmi melaksanakan masa pengenalan lingkungan sekolah pada 31 Juli 2026.

Saat meninjau proses belajar dan kehidupan siswa pada Selasa, 4 Agustus 2026, Harno menyoroti masih terbatasnya kuota penerima Sekolah Rakyat. Karena itu, Pemkab Rembang akan mengusulkan evaluasi perluasan sasaran penerima manfaat.

” Ke depan akan kita evaluasi, termasuk kemungkinan menaikkan desil agar lebih banyak anak yang bisa masuk. Kalau memungkinkan, penerima bisa diperluas dari desil 1–2 menjadi desil 3 sampai 5, bahkan bila kuota memungkinkan dapat menjangkau desil 6 sampai 10. Harapannya semakin banyak anak yang membutuhkan bisa memperoleh kesempatan belajar di Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Rembang, Nurdin Fahrudi, mengatakan tantangan terbesar pada hari-hari pertama adalah proses adaptasi siswa yang masih merindukan keluarga.

“Drama yang muncul di awal tentu saja anak-anak masih ingat rumah karena baru satu dua hari tinggal di asrama. Saat hari kunjungan keluarga, mereka kembali teringat rumah sehingga proses adaptasi dimulai lagi,” jelasnya.

Untuk membuat anak-anak betah, pengelola memberikan kebebasan berekspresi melalui berbagai aktivitas bermain dan olahraga.

“Saya biarkan anak-anak berekspresi. Mau main bola silakan, bermain apa saja silakan. Yang penting mereka betah dan merasa nyaman tinggal di sini,” ujarnya.

Menurut Nurdin, pendekatan tersebut mulai menunjukkan hasil. Bahkan, ada siswa asal Kecamatan Sluke yang enggan pulang saat dijenguk ibunya karena sudah merasa nyaman tinggal di asrama.

Selain itu, penggunaan telepon genggam untuk sementara dilarang sesuai aturan yang berlaku di seluruh Sekolah Rakyat. Sebagai penggantinya, setiap siswa akan mendapatkan fasilitas satu unit laptop untuk mendukung kegiatan belajar.

Apabila terdapat kondisi tertentu atau keperluan khusus, siswa tetap diperbolehkan pulang dengan izin. Namun, pihak sekolah akan mengedepankan pendekatan persuasif melalui wali asuh dan pengasuh asrama agar anak-anak tetap nyaman menjalani pendidikan.

Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Rembang menerima 225 siswa, terdiri atas 10 siswa SD, 95 siswa SMP, dan 120 siswa SMA, termasuk 30 siswa yang berasal dari Kabupaten Blora.

Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari kabarhariini.id

Artikel Terkait

Back to top button