Berita TerkiniBerita Utama

Gubernur Jateng Minta Penanganan Jalan Rusak Tak Tunggu Viral, Alokasikan Rp200 Miliar

SEMARANG, Kabarhariini.id – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menyoroti sejumlah jalan di wilayahnya yang tak kunjung beres. Ia menilai akibat jalan yang belum tertangani secara maksimal membuat masyarakat tidak bisa cepat melakukan apapun.

Luthfi bahkan menggunakan istilah “sak deg sak nyet”, yakni masyarakat tidak bisa cepat melakukan aktivitas karena terhambat jalan rusak. Sehingga ia meminta agar perbaikan segera diselesaikan.

“Sekarang masyarakat kita itu tidak bisa ‘sak dheg sak nyet’. Sak deg sak nyet itu jalannya rusak yen iso (kalau bisa) ditangani, diviralkan, dan sebagainya,” kata Luthfi di Kantor DPRD Jateng, Kamis, 2 Juli 2026.

Menurutnya penanganan jalan rusak jangan menunggu “no viral no justice”, namun bagaimana bertindak cepat sebelum masyarakat mengetahui dan menyebarkanya di sosial media.

“Public complain masyarakat kita banyak sekali terkait dengan jalan. Kami punya teori ‘no viral no justice’, waktu saya sebagai polisi. Viral dulu baru penegakan hukum. Tapi begitu sekarang potensi viral, kita jangan sampai terlambat,” lanjutnya.

Meskipun begitu, perencanaan yang terukur juga harus dilakukan Pemprov Jateng dalam melakukan perbaikan. ia mengakui Pemprov tak bisa langsung serta-merta bergerak cepat karena harus ada beberapa tahapan hingga akhirnya jalan diperbaiki. 

“Provinsi harus melakukan penganggaran, lelang, menentukan jalan-jalan mana yang menjadi prioritas,” kata Luthfi.

Penurunan kondisi jalan juga sempat dikeluhkan Ahmad Luthfi karena penurunan kualitas dari 94,4 persen pada 2025 menjadi sekitar 84 persen pada 2026. Salah satu penyebabnya adalah musim hujan. Pihaknya membandingkan kondisi cuaca di Jateng dengan Mekkah yang sangat jarang turun hujan sehingga jalan disana bisa mulus.

“Di Makkah itu nggak pernah ada hujan. Jalannya mulus terus karena nggak kena air. Di Indonesia di tempat kita kena (hujan), jalan semuanya hancur,” ucapnya.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya memerintahkan dinas terkait untuk menyiapkan anggaran 200 miliar untuk mengembalikan tingkat kemantapan jalan provinsi menjadi 94 persen sehingga tidak ada lagi aduan maupun komplain dari masyarakat.

Ia mengatakan, prioritas perbaikan diberikan pada ruas jalan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan jalan perbatasan yang menjadi wajah Jawa Tengah.

“Jalan perbatasan yang merupakan etalasenya Jawa Tengah. Jadi Wonogiri dapat, Brebes dapat, Rembang dapat, Blora apalagi yang kemarin viral, semuanya sudah clear terkait jalan,” ucapnya.

Luthfi juga meminta dinas terkait memasang penanda di lokasi proyek yang sudah memasuki tahap lelang agar masyarakat mengetahui proses perbaikan sedang berjalan.

“Jadi, harus bawa patok, tulis, tancapkan ‘jalan ini sudah lelang’, ‘jalan ini dibangun’. Sehingga public complain masyarakat tidak ada,” ucapnya.

Jurnalis: Rizky Syahrul
Editor: Sekar

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari kabarhariini.id

Artikel Terkait

Back to top button