Bulan Dana PMI Rembang 2025 Ditarget Capai Rp775 Juta
REMBANG, Kabarhariini.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rembang mencatat pencapaian signifikan dalam penggalangan dana melalui program Bulan Dana Kemanusiaan tahun 2025. Dalam waktu satu bulan dua minggu sejak dimulai pertengahan Juli lalu, dana yang berhasil dihimpun telah mencapai Rp426 juta.
Ketua PMI Kabupaten Rembang, dr. Samsul Anwar, mengatakan optimis terhadap pencapaian target yang tahun ini dipatok sebesar Rp775 juta. Ia menyebutkan bahwa proses pengumpulan dana masih terus berjalan hingga awal November, dan berbagai strategi telah disiapkan untuk mengoptimalkan potensi yang ada.
“Untuk bulan dana sejak diketuai Bu PN ini, berjalan satu bulan dua minggu sudah terkumpul Rp426 juta. Nanti selesai bulan awal November, target kita (Rp750 juta), insyaallah tercapai,” ujar dr. Syamsul saat diwawancarai pada Rabu, 17 September 2025.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihak PMI telah memetakan target donasi dari berbagai kantor dan instansi di seluruh wilayah Rembang.
“Kita sudah ada kop-nya, tinggal mengambil ke kecamatan atau ke kantor-kantor untuk menyetorkan bulan dana itu. Kita sudah memetakan jumlah dari masing-masing kantor, tinggal mengingatkan mereka untuk segera setor,” imbuhnya.
Sebagai tambahan informasi, program Bulan Dana Kemanusiaan 2025 secara resmi diluncurkan pada Rabu, 16 Juli 2025 di Rumah Dinas Bupati Rembang. Dalam peluncuran tersebut, Ketua Pengadilan Negeri Rembang, Liena, S.H., M.Hum. didapuk sebagai Ketua Panitia Bulan Dana tahun ini. Program ini dijadwalkan berlangsung selama maksimal tiga bulan.
Tahun ini, target pengumpulan dana ditingkatkan menjadi Rp775 juta, melampaui target tahun sebelumnya sebesar Rp750 juta. Bahkan, realisasi tahun lalu berhasil melebihi ekspektasi dengan capaian Rp855 juta.
“Alhamdulillah tahun lalu targetnya Rp750 juta, terkumpul Rp855 juta. Tahun ini insyaallah bisa lebih,” ujar Gus Hanies, Wakil Bupati Rembang sekaligus Ketua Dewan Kehormatan PMI Rembang saat perluncuran program bulan dana Juli lalu.
Jurnalis: Muhammad Faalih
Editor: Sekar S



