Sensus Ekonomi 2026 di Salatiga, Ribuan Pelaku Usaha Akan Didata
SALATIGA, Kabarhariini.id – Sensus ekonomi 2026 (SE2026) di Salatiga akan dilaksanakan pada Mei–Juli 2026. Ada sekitar 50 ribu pelaku usaha yang menjadi sasaran pendataan.
Adapun jenis usaha yang akan didata mulai dari UMKM rumahan, pedagang pasar, pelaku jasa, hingga industri besar. Seluruhnya akan masuk dalam pemutakhiran data ekonomi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Salatiga, Agus Kadaryanto, mengatakan bahwa sensus ekonomi 2026 bertujuan menyediakan data dasar kegiatan ekonomi di luar sektor pertanian sebagai landasan penyusunan kebijakan pembangunan nasional maupun daerah.
“Pendataan akan dilakukan dengan metode e-listing untuk industri besar. Sedangkan pelaku usaha lainnya melalui door to door oleh petugas sensus,” terangnya dalam siaran pers yang diterima wartawan, Kamis, 26 Februari 2026.
Agus berharap Pemkot Salatiga memberikan dukungan dan semua organisasi perangkat daerah (OPD) membantu sosialisasi kepada stakeholder, asosiasi UMKM, pedagang, hingga perusahaan agar proses pendataan berjalan lancar dan partisipasi masyarakat maksimal.
Sementara itu, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menegaskan, sensus ekonomi memiliki arti strategis bagi arah pembangunan kota ke depan. Menurutnya, kebijakan tanpa data yang akurat berisiko tidak tepat sasaran.
“Data yang akurat menjadi dasar pengambilan kebijakan agar program pembangunan tepat sasaran. Jangan sampai kebijakan diambil tanpa data yang presisi,” tegas Robby.
Pemkot Salatiga, lanjutnya, siap memberikan dukungan penuh. Dinas Komunikasi dan Informatika akan dioptimalkan untuk memperluas sosialisasi melalui media sosial, videotron, serta kolaborasi dengan influencer lokal agar informasi menjangkau seluruh lapisan pelaku usaha.
Robby juga menekankan bahwa Sensus Ekonomi bukan untuk kepentingan perpajakan, melainkan murni untuk kepentingan pembangunan berbasis data.
“Dengan pendataan menyasar puluhan ribu unit usaha, Salatiga diharapkan mampu menghadirkan potret ekonomi yang lebih akurat demi perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan,” ucapnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa



