Berita TerkiniPemerintahan

Seni Ukir Jepara Diupayakan Jadi Warisan Budaya Tak Benda yang Diakui UNESCO

JEPARA, Kabarhariini.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara berkomitmen untuk memperkenalkan seni ukir Jepara ke seluruh dunia dan menjadikannya sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang tercatat di United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Langkah ini diungkapkan oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo saat melakukan pertemuan silaturahmi di kediaman Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Witiarso didampingi oleh Asisten I Sekda Jepara, Ratib Zaini, dan Asisten II Sekda Jepara, Hery Yulianto. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Prof. Ismunandar, mantan Duta Besar RI untuk UNESCO, yang kini menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Kebudayaan Bidang Hubungan Antar Lembaga RI. Prof. Ismunandar diharapkan akan berperan penting dalam memperjuangkan seni ukir Jepara agar bisa diakui secara resmi di tingkat internasional.

“Nantinya, Bu Rerie (Lestari Moerdijat) dan Prof. Ismunandar akan membantu memperjuangkan ukir Jepara menjadi WBTB di UNESCO,” kata Mas Wiwit sapaan akrabnya.

Ia menjelaskan bahwa pencatatan ini penting mengingat sebelumnya, Bosnia dan Herzegovina telah lebih dahulu mendaftarkan karya ukir mereka, Konjic woodcarving, ke UNESCO. Oleh karena itu, pencalonan Jepara akan dilakukan melalui Joint Nomination dengan negara tersebut.

Dalam persiapan pencatatan WBTB, Mas Wiwit menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak. 

“Pemkab Jepara akan dibantu oleh Bu Rerie dan timnya, yang sudah menyiapkan naskah akademik serta bahan lainnya untuk pengusulan ke UNESCO,” tambahnya.

Seni Ukir Jepara, Bagian Warisan Budaya yang Harus Dijaga dan Dipromosikan

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat pun berkomitmen untuk memperjuangkan hal ini semaksimal mungkin. Ia menegaskan bahwa seni ukir Jepara merupakan kekayaan intelektual yang perlu dilestarikan. Ia juga mengingatkan bahwa selama tahun 80-90an, karya-karya dari Jepara sangat menonjol di berbagai acara.

“Saat ini, saya menghiasi ruang tamu saya dengan ukiran-ukiran Jepara yang terbaru. Saya beli di pameran Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIFBW) yang baru saja digelar beberapa waktu lalu,” kata Lestari.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Pemerintah Kabupaten Jepara berharap seni ukir mereka tidak hanya diakui di tanah air, tetapi juga di kancah internasional sebagai warisan budaya yang berharga. (Lingkar Network | Muhammad Aminudin – Kabarhariini.id)

Artikel Terkait

Back to top button