Hati – Hati, Psikolog Sebut Suka Pamer Bikin Susah Berkembang

Jakarta, kabarhariini.id – Pernah lihat orang yang suka pamer barang mewah di media sosial? Menurut psikolog keluarga Sani B. Hermawan, kebiasaan flexing alias pamer kekayaan justru bisa bikin seseorang sulit berkembang.
“Orang yang terus-terusan pamer biasanya lebih fokus pada apa kata orang tentang dirinya, bukan pada hal-hal yang sebenarnya bisa bikin dia maju,” ujar Sani saat dihubungi ANTARA, Jumat.
Banyak orang flexing untuk membangun citra sukses, meskipun sebenarnya belum mampu membeli barang yang dipamerkan. Bahkan, ada yang sampai menyewa tas mahal, mobil mewah, atau gadget terbaru demi terlihat kaya di depan publik.
Padahal, kebiasaan ini bisa merugikan diri sendiri. Selain boros, flexing juga bisa membuat seseorang terjebak dalam kebohongan tentang keadaan aslinya.
“Ini seperti membohongi diri sendiri. Sah-sah saja sih kalau mau pamer, tapi kalau sampai harus pura-pura, kan jadi nggak sesuai kenyataan,” tambah Sani.
Lebih jauh, Sani menjelaskan bahwa flexing juga bisa memunculkan kesan arogan dan memicu kecemburuan sosial, baik di lingkungan pertemanan maupun keluarga.
Jadi, kalau memang punya barang mewah, tak perlu berlebihan dalam menunjukkannya. “Lebih baik tetap rendah hati, karena terlalu pamer justru bisa menciptakan jarak dalam hubungan sosial,” tutupnya. (RARA)